Minggu, 17 Oktober 2010

Tak Seindah Namaku

aku takut bila hujan tiba
ku tutup daun pintuku
agar tidak dapat melihatnya

saat menyenangkan bila
musim kemarau datang
biarpun gersang
tetap ada kedamaian

hujan yang membuat hati ini
merintih kembali
menoreh luka yang belum ia jua mengering
karena sebilah pisau
yang kau tusukkan

hujan memang akan selalu
ada di sepanjang musim
tapi apakah hujan
akan terus menghiasi hidupku
yang tak pernah indah
seperti namaku….
“BULAN”…

4 komentar:

sunsuncantik mengatakan...

puisinya bagus buk...wah jadi ingat ketiak bulan purnama ja....hehehe

riyanti mengatakan...

aeeh mosok iyo....emange ngopo buk pas bulan purnama

muhartadi mengatakan...

bulanku bundar
hatiku hancur...

Extreme mengatakan...

bulan,,terang bulan pye...hehehehe